Wednesday, March 6, 2019

Struktur Membran Plasma (1) : Lipid pada Membran


Sel merupakan suatu unit yang dilapisi oleh membran plasma yang melindungi kompartemen di dalam sel dan memisahkannya dari lingkungan luar, sehingga tanpa adanya membran maka sel bukanlah “sel” dan tidak akan ada kehidupan. Membran plasma terdiri atas dua lapisan lipid dengan ketebalan 5 nm dan terdapat protein-protein diantara lapisan lipid tersebut. Lapisan lipid pada membran sel merupakan kombinasi dari molekul-molekul ampifatik dengan bagian hidrofilik pada satu sisi dan hidrofobik pada sisi lainnya. Sifat ini sangat penting dalam hal pembentukan dua lapisan membran didalam lingkungan yang kaya akan air. Membran plasma, juga berperan dalam proses pertahanan dan pertumbuhan sel. Dalam tugas ini, membran plasma memfasilitasi pertukaran nutrient, protein dan zat sisa untuk masuk dan keluar dari dan kedalam sel. Peran ini didukung dengan adanya kanal maupun protein transporter yang ikut menyusun struktur membran. Protein-protein pada membran juga berfungsi sebagai sensor, atau reseptor, yang berperan dalam proses komunikasi antarsel dan merespon sinyal dari lingkungan sel.

Gambar 1. Struktur Membran Sel (Alberts et al, 2014)
Lingkungan didalam dan diluar sel sebagian besar terdiri atas air, sehingga mencegah molekul lipid (yang bersifat hidrofobik) keluar dari lapisan bilayer, tapi dalam susunan ini, tidak menutup kemungkinan terjadinya perpindahan antar molekul lipid didalam lapisan bilayer. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa molekul lipid dapat melakukan flip flop antar lapisan lipid bilayer walaupun jarang terjadi, dan juga dapat melakukan rotasi pada aksis tegaknya, serta ekor hidrokarbonnya dapat melakukan fleksi dengan kecepatan 500 perubahan per detik.

Gambar 2. Fosfolipid pada membrane dapat melalukan pergerakan (Alberts et al, 2014)
Pada sel eukariotik, fosfolipid pada membran plasma dibentuk oleh enzim yang terikat pada permukaan sitosolik retikulum endoplasma (ER) dengan menggunakan asam lemak bebas sebagai substratnya. Enzim tersebut akan mendeposit fosfolipid baru pada bagian lapisan monolayer ER yang menghadap ke sitosol. Transfer lipid dari lapisan monolayer ini terjadi secara spontan, yang kemudian akan mengalami katalisis oleh enzim yang disebut scrambalase yang memindahkan fosfolipid tertentu dari setengah bagian lipid bilayer ke lapisan lainnya. Hasil proses ini adalah molekul fosfolipid yang baru akan terdistribusi merata pada kedua membran monolayer ER. Membran baru yang terbentuk ini sebagian menetap di ER, dan sebagian lagi digunakan untuk menyuplai pembentukan membran sel yang baru. Membran yang akan dilepas ini akan membentuk tunas dari ER dengan membentuk vesikel kecil berbentuk sferik, yang kemudian akan berfusi dengan membran plasma.
Gambar 3. Sintesis Fosfolipid di ER (Alberts et al, 2014)

Hampir seluruh membran sel memiliki struktur asimetris dimana kedua lapisan monolayer seringkali tersusun atas fosfolipid yang berbeda. Proses penyusunan ini terjadi di dalam apparatus golgi (GA). Membran GA memiliki suatu enzim yang disebut flippase yang bertugas memindahkan fosfolipid spesifik dari satu bagian lapisan bilayer yang menghadap ekstrasel ke lapisan yang menghadap sitosol. Hal ini menyebabkan sifat kedua bagian bilayer memiliki sifat tertentu dimana bagian yang menghadap sitosol akan selalu menghadap sitosol, dan bagian luar akan selalu menghadap ke bagian ekstrasel. Orientasi spesifik ini sangat penting dalam fungsi membran plasma ini sendiri.
Gambar 4. Sebaran fosfolipid dan glikolipid yang asimetris (Alberts et al, 2014)
Diantara molekul lipid, terdapat molekul glikolipid yang utamanya berlokasi pada membran plasma hanya pada bagian non-sitosolik (yang menghadap ekstrasel). Kelompok gula ini membentuk suatu lapisan karbohidrat yang melingkupi dan melindungi sel eukariotik. Molekul glikolipid ini mendapatkan gugus gulanya dari apparatus golgi. Pada organel ini terdapat enzim yang memproses modifikasi kimia yang menyebabkan gula ditambahkan hanya pada molekul lipid dibagian non-sitosolik. Molekul lipid lainnya juga menunjukkan suatu tipe distribusi asimetrik lainnya yang berkaitan dengan fungsi spesifiknya, contohnya adalah penambahan fosfolipid inositol. Fosfolipid ini merupakan komponen minor pada membrane plasma, yang berperan dalam relay sinyal dari permukaan sel kedalam interior sel. Sehingga fosfolipid inositol ini terkonsentrasi hanya pada bagian lapisan bilayer yang menghadap sitosol.